[BROWNIS][KUKUS]

Always Learned A New Things n Never Ending Learning

  • Arsip

  • a

Sebuah Harapan dan Kenyataan

Ditulis oleh empireofmind di/pada Juli 9, 2009

Balikpapan, 10 Juli 2009

udah lama banget aku gag nulis blog, kebetulan m2 lagi banter jadi aku sambil nunggu ngantuk ya ngeblog aja. Di sela-sela keseharian menjalani kapeku aku banyak belajar tentang arti sebuah harapan. DImana harapan akan sebuah masa depanku sendiri dan mendapatkan suatu kenyataan betapa pentingnya ilmu itu. Yah walaupun masih sangat sedikit sekali ilmu yang aku peroleh tapi aku harus optimis aku pasti bisa menyelesaikan kuliahku.

Tadi aku juga menemui secuil makna sebuah harapan dan kenyataan, dari seseorang yang aku sayangi..hari ini jadwalnya dia sidang, aku sempat nangis tapi gimana ya… ?? antara perasaan yang saling berusaha mendominasi antara BAHAGIA dan KECEWA

BAHAGIA :: Karena dia akan menyelesaikan kuliahnya dengan IP yang sangat indah,, 3,44 (belum masuk nilai t.a)

SEDIH :: Karena aku bakal kehilangan dia,, jauh dari dia,,iya sih walaupun dia bisa maen kekampus yang aku tangisi sebetulnya adalah seorang contoh yang baik akan hilang dari pandanganku

tapi yasudahlah..aku harus tetap giat belajar dan menyelesaikan kape ku dan kuliahku saja

kalo jodoh gag kemana..

Ditulis dalam My Diary | Leave a Comment »

Gadget Gw kena VIRUs..Damn it!

Ditulis oleh empireofmind di/pada Nopember 18, 2008

Banyak sebagian orang bilang jalani kehidupan Let it flow alias biarlah seperti mengalir tapi ada pula yang berpendapat kehidupan itu harus berani menantang ombak karena kalo adem ayem gag bakal ada warnanya . Akhirnya proposal gue keterima negh tapi apa propoal yang mana dulu..?? proposal minta hape hehee…

Akhirnya gw ganti gadget N82 senangnya awalnya mau beli E71 tapi klo diliat dari spec dan kondisi financial lebih prefer n82 aja. Mulailah beraksi diriku ngotak-ngatik aplikasi yang terkandung dalam Gadget baru quw..emang dasar gw punya JIwa Ngutak ngatik n Rasa Pengen tau yangg guedee banget belum genap 3harinya gadget gw udah kena virus, namanya virus CardTrap.B

Gue belum coba cara extreme sih, jadi untuk sementara gue biarin aja deh virus beleha-leha nongkrong di gadget keren gw,,soale kuliah pulangnya sore jadi nda sempat dibawa ke WTC.

Ditulis dalam JUST4FUN | 1 Komentar »

Prepare For Internship

Ditulis oleh empireofmind di/pada Nopember 12, 2008

Hmm nda kerasa udah semester5  saya menggeluti lakon sebagai mahasiswa..n saya udah harus mempersiapkan rencana buat magang( kalo di ITS namanya KaPe aka Kerja Praktek) ditengah-tengah kesibukan menjalani aktifitas padatnya tugas-tugas kuliah kudu mikir buat proposal buat kaPe,,kebetulan ada perubahan strategi awalnya saya satu team sama netta ( dia apply ke PT badak bontang seh) tapi karena dia udah duluan buat Kelengkapan administrasinya saya berubah haluan untuk apply di PT Pertamina BAlikpapan aJah..

Rencana kaPe di liburan semester genap(semester6) tapi udah kirim proposalnya di semster 5 karena di khawatirkan malah gag dapat t4 kaPe,,wuihh bisa berabe negh kalo telat kape bisa molor buat lulus 4 taon jeh…banyak banget kendala mulai dari ngejar2 tandatangan dosen pengurus kape yang susah ditemui,, surat pengantar dari jurusan yang luamaaaa….banget tapi syukur alhamdulillah semuanya BERES..=)

Semoga Bisa Keterima n aku bisa jadi pegawai tetap

Smangat Jeng Dayu semoga bisa Kerja di BAlikpapan Pulang Kampung membangun Daerah

________________________________________________________________________________________________

Ditulis dalam ACTIVITY | 2 Komentar »

Serba-serbi

Ditulis oleh empireofmind di/pada Nopember 5, 2008

Lagi nyantai gw iseng-iseng aja pengen nulis mengenai materi di semeter3 berhubung sudah mulai jenuh di smester 5,lebih baik mengulas materi kulia jaman purba ajah..hehehee…..mengenai EAI ( Entreprise Aplication Integration ) yang mulai banyak dianalisis oleh berbagai perusahaan, pertanyaan umum mengenai EAI salah satunya mengenai: Mengapa EAI menjadi sebuah bagian penting dari strategi IT pada banyak perusahaan dan mendapat urutan teratas proyek pada TOP IT eksekutif? Serta seperti apakah tantangan-tantangan dalam membangun system EAI ? dan bagaimanakah perusahaaan mengatasi tantang tersebut?

EAI ini mulai disinyalir dapat meningkatkan pertukaran informasi dengan berbagai department diberbagai perusahaan serta mengefektifkan pengiriman data dan dapat mengurangi biaya. . Contohnya saja Baxter International, GE Power serta Corporate Express merupakan perusahaan yang telah mengimplementasikan EAI

Tantangan utama dalam membangun dan mengimplementasikan system EAI adalah EAI membutuhkan kemampuan khusus dalam menggunakannya serta membutuhkan koordinasi ekstensif antar department disuatu perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut mengatasinya dengan cara training bagi para staff teknisinya, serta mendatnagkan konsultan EAI dari luar untuk bekerja tidak hanya dengan para staff IT, tetapi juga dengan orang-orang didepartment lain seperti bagian Customer Service (Cont’d)

Ditulis dalam JUST4FUN | Leave a Comment »

Mahasiswa Rantau

Ditulis oleh empireofmind di/pada Nopember 5, 2008

Mungkin banyak diantara kita semua pernah merasakan menjadi mahasiswa, dan tak sedikit yang berasal dari pelosok nun jauh dimato misalnya saja saya dari BALIKPAPAN..emmmm buat kalian yang belum pernah denger nama ni kota, Gue mo ngucapin 3kata “KACIAN DECH LOE..”. Kebetulan saya terdampar di kota Surabaya. Saya memulai kehidupan baru saya sebagai Mahasiswa yang harus hidup Ngekos awalnya sempat bete n gag kerasan tapi kalo ingat2 Kata Mbah Abraham Lincoln saat menasehati saya “nduk manusia itu bahagia atau tidak adalah pilihannya sendiri.” (ihh lebay deh gue…) dimana setiap hari kita harus bergelut dengan masalah-masalah yang tak kunjung habis untuk menyapa setiap detik waktu kita.

Tentu saja banyak masalah yang mulai muncul di kehidupan baru saya seperti masalah kesepian lah, kamarnya kecil lah, makanan gag enak dan masih banyak lagi kalo di ambil kesimpulan Manusia tidak pernah puas. Saya tidak menyalahkan manusia yang memang tabiatnya seperti itu selalu merasa kekurangan , kurang cantik,kurang menarik,kurang cerdas, kurang kasih sayang…dan kurang segala-galanya.. Masalah pertama yang mengetuk kehidupan saya adalah masalah keuangan. Dimana suatu kondisi saya tidak bisa mengendalikan arus keuangan saya. Dan tak ada bedanya aer dengan uang dimana uang terus saja mengalir keluar tak terkontrol. Saya merasa saya telah dikendalikan oleh uang..saya akan memberikan sedikit contoh oraang yang dikendalikan uang,

1. Selalu menghabiskan uang untuk “menenagngkan” perasaan

2. Tidak punya angarn khusus dalam membelanjakan uang,yah tidak realistislah

3. Uang mengendalikan mood mu. Kamu merasa baik jika pundi2 uangmu dalam status “aman”

4. membeli barang2 yang nilainya selalu turun(maksudnya jika dijual lagi tidak mungkin laku)

5. Selalu berharap uangmu lebih dari cukup supaya dapat membeli barang lebih banyak.

Setiap permasalahan ada pula penyelesaian nah disini hal yang paling mendasar dari semua penyelesaian yang akan saya jabarkan nanti adalah “Bagaimana cara mengatur keuangan” ini nasehat dari Om Hubbard

Kata om Hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Buat para Cewek-cewek jangan sering nge<Mall> intinya belanjakan uangmu berdasarkan rencana anggaran
  2. Jangan membelanjakan uang lebih dari yang kamu punya
  3. Berhentilah berkhayal kamu akan mendapatkan uang banyak
  4. Tingkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan mu
  5. Bekerja kontan dan tetap berkembang

Kalau kita telah mengetahui permasalahn yang kita hadapi dengan cepat dan tanggap dalam menemukan problem solvingnya ( PLAN – DO – CHECK – ACT ) tentu akan membawa hari-hari kita lebih menyenangkan “Joyfull day”. Bagi gue si MAhasiswa Rantau gue ngerasa Kaya dan Makmur apabila

- Cukup uang makan tiga kali sehari

- Cukup untuk membeli buku

- Cukup untuk embeli voucher pulsa

- Ada uang lebih untuk ditabung

Punya penghasilan sendiri sukur-sukur udah gag minta ortu lagi, =)

Ditulis dalam My Diary | 2 Komentar »

Kepak Elang Memburu Intan

Ditulis oleh empireofmind di/pada Oktober 21, 2008

Ini salah satu artikel yang buatku bagus banget,,hmm pengen ketemu sama mas elang jadinya pengen shared pengalaman sama beliau

Article dari MajalahPengusaha.com

Sumber ide bisnisnya feeling dan Shalat Istikharah. Di usia 22 tahun dan berstatus mahasiswa Elang Gumilang sudah menjadi pengusaha properti beromset miliaran rupiah. Wiyono

Menyenangkan melihat seseorang yang telah dianggap sukses membangun bisnis. Namun harap diingat bahwa sesuatu yang tampak di permukaan lantas mencerminkan keadaan secara keseluruhan. Bunyi pepatah, even Rome was not built in a day ketika berlaku di dunia usaha. Maknanya perusahaan skala besar sekalipun pasti diawali dari yang kecil. Dan proses ke arah itu bisa dipastikan tidak selalu semulus jalan tol. Maka seseorang yang hendak menjadi seorang pengusaha, ibarat kata ada dua pilihan, mau jadi intan dan batu kali. Batu kali hanya mengalami proses metamorfosa dari magma cukup satu kali, sedangkan intan mengalami proses berkali-kali sebelum akhirnya menjadi lebih indah, mahal, dan bernilai. Pengusaha yang ingin sukses berarti harus bisa menikmati proses, bisa menikmati setiap tempaan.

Elang Gumilang, dalam usianya yang 22 tahun sudah menghayati betul filosofi bisnis tersebut. Semenjak kecil gemar belajar bisnis, seperti jualan mainan tanah liat, korek api-korek apian, dan sebagainya, akhirnya jiwa dagangnya mulai terasah. Meskipun keluarganya tidak mengarahkan menjadi seorang entrepreneur, jauh-jauh hari telah insyaf, apabila tidak ingin terikat pekerjaan, pertama kali orang harus bisa bebas secara finansial dan waktu. Maka Direktur PT. Dwikarsa Semestaguna, sebuah perusahaan pengembang tersebut mulai berbisnis serius sewaktu masih duduk di bangku SMU. Pagi-pagi subuh ia sudah berangkat mengambil dagangan ke pabrik roti donat, lalu mengedarkan ke sekolahan-sekolahan. Alasannya singkat, sebelum masuk universitas dia harus sudah dapat mengumpulkan modal Rp10 juta.

Seperti dituturkan, harapan Elang mengumpulkan modal usaha sebenarnya bisa terpenuhi sesuai target, namun karena sesuatu hal akhirnya uang Rp10 juta hanya tersisa Rp1 juta. Namun pemenang lomba Java Economic se-Jawa yang mengantarkan kuliah Fakultas Manajemen IPB itu pantang surut. Berturut-turut aneka bisnis ia jalankan sambil kuliah. Sehingga ketika sekarang ini kuliahnya tinggal skripsi, sekaligus ia telah berhasil menjadi pengusaha properti beromset miliaran.

“Saya cuma punya uang Rp1 juta, awalnya bingung bisnis apa. Akhirnya saya bisnis sepatu,” Elang mengawali ceritanya. Dengan sisa uang yang ada kelahiran Bogor, 1985 itu mengambil dagangan sepatu dari distributor dan menawarkan ke tiap-tiap pintu kos mahasiswa. Ternyata hasilnya lumayan, per bulan paling tidak ia mendapat tambahan uang saku Rp3 juta. Bisnis itu berjalan sekitar 6 bulan, sampai suatu ketika ia hampir ditipu oleh supplier dan menghentikan kerja sama.

Berhenti dagang sepatu, Elang melirik jasa pengadaan lampu dan alat listrik. Usaha ini sempat berjalan beberapa lama dan bahkan bisa dibilang nyaris tanpa modal. Proyek pertama yang didapat adalah penerangan untuk asrama IPB nilainya Rp50 juta. Selain itu ia sempat pula menjadi pemasok minyak goreng ke toko-toko di wilayah sekitar kampus IPB serta mendirikan lembaga kursus bahasa. “Dosen saya bilang, kalau mahasiswa bisnis yang tepat pakai otak, bukan mengandalkan otot,” ujarnya menyinggung alasannya berhenti berjualan minyak goreng dan membuka lembaga bahasa.

Tidak berhenti di situ, dari hasil merenung Elang beranggapan bisnis yang paling aman tidak lain adalah bisnis properti. Sampai akhirnya dia pun terjun ke bisnis ini, mulai menjadi pemasar hingga ikut tender, sebagai kontraktor. Tetapi, walaupun memperoleh untung lumayan, baginya menjadi kontraktor ternyata kurang nyaman.

“Kebetulan pada waktu itu ada tanah yang bisa diakuisisi, tapi nilainya miliaran. Rasanya tidak mungkin mahasiswa seperti saya mengakuisisi tanah yang nilainya miliaran,” sambungnya bercerita pertama kali tertarik menjadi developer. Untuk itu, Elang mulai mencari pinjaman modal. “Strategi pertama saya pakai KTA (kredit tanpa agunan). Ternyata malah susah, setiap bulan saya punya tanggungan Rp8,6 juta selama 2 tahun. Tahun pertama, selama 6 bulan saya pusing,” akunya. Dan setelah mencoba beberapa upaya lain, menurutnya langkah yang paling tepat adalah melakukan patungan modal bersama teman-temannya.

Elang GumilangElang berpendapat, sejatinya bisnis apa saja bisa dilakukan asalkan seseorang sudah memiliki arah yang jelas, tujuannya apa. “Banyak orang mempunyai uang dan kemampuan tetapi tidak dapat segera memulai bisnis, sebabnya karena kurang memiliki tujuan jelas, dan kedua, kurang memiliki rasa tawakal ke Allah. Jadi niatnya itu apa, harus memiliki tujuan yang jelas. Tetapi kalau sekadar tujuan dunia itu juga sangat dangkal. Melainkan harus jadi ladang amal untuk kehidupan akhirat kita,” ia mewanti-wanti.

Lebih lanjut, Elang bertutur datangnya ide memulai usaha ketika seseorang mampu menangkap peluang serta melihat potensi yang dimiliki. “Jadi kita melihat dulu, di sini butuh lampu, di sini selisih minyak antara toko dengan kilang selisihnya Rp500,00/kg, sepatu yang dipunyai teman-teman bisa lebih murah dibanding harga pasar karena tidak lewat toko. Saya bikin lembaga bahasa karena saya lihat lembaga bahasa yang ada mahal-mahal sekali. Selain itu, saya juga ingin bisa belajar bahasa tetapi gratis,” ujarnya menjelaskan pengalamannya ketika melihat peluang lalu digabungkan dengan potensi. “Melihatnya kalau saya lebih pada feeling, dan shalat istikharah,” imbuhnya.

Sementara itu, menyinggung soal bisnis plan, meski diperlukan tetapi bagi Elang justru terlalu jelimet. “Kalau menurut saya, perencanaan itu perlu, tapi bukan jaminan. Saya justru punya pendapat, semuanya tergantung kepada Allah. Jadi yang paling utama bagaimana supaya Allah berkehendak kita sukses,” tegas peraih gelar wirausaha muda terbaik 2007 itu.

Begitu pun ketika menyinggung cara memperoleh permodalan usaha. Bahkan menurutnya dia tidak mungkin bisa seperti sekarang kalau tidak memperoleh kemudahan jalan dari Tuhan. Karena modal usahanya kebanyakan diperoleh dari dana-dana pribadi, tentu saja syarat utama, sebagai pribadi dia harus bisa menunjukkan karakter yang memiliki kredibilitas. Misalnya, di antara teman-teman kuliahnya, semua tahu ia tidak pernah nyontek karena dia ingin menjadi orang yang bisa dipercaya.

“Lama-kelamaan timbullah kepercayaan. Dari kepercayaan itu timbullah kredibilitas. Bagaimana kita dapat modal kalau orang tidak punya kepercayaan kepada kita. Jadi yang utama menurut saya kredibilitas. Alahmdulillah sampai sekarang bisnis-bisnis itu semuanya juga on the track,” ungkapnya penuh syukur. Apalagi setelah suka-duka berbisnis pernah dialami. Dua tahun awal berbisnis properti, diakui, ia pernah berada pada situasi sama persis seperti dengan Nabi Yunus, terjebak dalam tiga kegelapan. Yaitu memiliki tanggungan KTA Rp 8,6 juta/bulan, membayar jaminan sebesar Rp50 juta, dan harus menanggung biaya hidup sendiri karena persoalan ekonomi keluarga.

Ditulis dalam ACTIVITY | 1 Komentar »

Passed in WE&T

Ditulis oleh empireofmind di/pada Oktober 21, 2008

Kemaren dikasitau kalo aq lulus WE&T Horeeee….!!!seneng banget rasanya coz selama ini aku ikut UKM gag ada gregetnya atau kata laiinya kurang menantang, sebetulnya pas daftar WET aku kurang paham juga UKM ini seperti apa,,ngapain? belum ada gambaran yang jelas lah tapi dari promosinya pas ngerekrut anggota tetntang entrepreuner and technology gtu lah dayu banget tuh.

Yang daftar sekitar > 200an yang diambil cuma 55orang aja,aku aja bingung kok bisa keterima WET padahal aku Screeningnya telat udah gtu pakai acara maksa mas-mas yang jaga stan biar cepetan dimulai. waktu acara penyambutan anggota baru Sabtu(17/10) ada perkenalan sesama anggota baru dan pengurus..hayaaahh aku termasuk angkatan Tuwir yang laiinya rata2 MABA bers,,,whuiiii Gapapa dech Ntar Aku jadi bosnya heheee mungkin dengan mengikuti wadah UKM seperti ini bisa menjadi Pengusaha Sukses Bila dibandingkan dengan anak IPB aku gag ada apa-apanya mereka para IPB kreatif banget untuk nentuin ide buat bisnis baru dan sangat inovatif,sapa yang bangga coba kalo udah punya income sendiri gag usah minta dari ortu. Semoga dech !!! amiien

Ditulis dalam Business | Leave a Comment »

The lovely turned to be the hurted

Ditulis oleh empireofmind di/pada Oktober 21, 2008

I always wonder that I would be a growing fat, old, stupid, and pathetic woman. Damn! My score for this semester is totally prat. My final exam turned out to be 40 out of 100, which was holly crap. Dear, it hurts me so much. How dare those people (tutor or whoever) to give me such an awful score. I still do not believe what I have seen. It feels that I did the exam well and studied hard. ! As a result, there would be a tremendous degradation on my grade point average or IP. And, it would become worst, since I do believe that my statistic final score would turn bad either.

It beyonds my expectation. I constantly read the book, did homeworks, studied hard for exams and quizzes. I just love that subject and the cases. How could this situation be possible to be true… Seriously, it hurts me. I really want to see my real script. Were those people who responsible for scoring me had any problem with anything about myself? If so, why it supposed to be my score.

Was there any correlation with my someone’s curse several days ago? I am afraid it was. The impact of this matter is so directly permeated. I stop smiling for a while and even I refuse to eat. What I want to do now is just staying alone in my bedroom, crying, and thinking how stupid I was. I broke my promise to my Dad to get straight A this semester and to remain my GPA . It is no longer to be true.

Seriously, it hurts me.

Ditulis dalam My Diary | yang berkaitan: | 3 Komentar »

Something argument ’bout different Attitudes to Works

Ditulis oleh empireofmind di/pada Oktober 17, 2008

The following comment were made during a radio session by young people talking bout different attitudes to work

“I want to earn alot of money- “that’z all i care bout it”

” i want a job that leaves me with plenty of free time “

“what matter to me me is job satisfaction. I only want to do a job that I really enjoy.”

I am writting in response to yesterday’s radio discussion on young people’s different attitudes to work. It sounded interesting that those yesterday’s three comments, in my opinion, covered the extents of the reason people choose their jobs.

Money is not everything, but everything needs money. That’s why, basically, I agree with “earning lots of money” as reason of choosing job. The price of oil, which affects every goods’ prices, has increased tremendously during past months. It has made cost of living as 100% increased as well as education fees, foods, and entertainments. The market value of money becomes less and less each day as we have seen the growing rate of inflation. The condition in underdeveloped and developing countries, such as Indonesia and South Africa, is even worst than most developed countries have imagined. They watch carefully to dollars, euros, poundsterling, and other major currencies, which affect their next day life. The life in these places are daily countings, which means what they could afford today is such a bless to eat and be sheltered at least tomorrow or the day after tomorrow. It is not a credit card-life that could be extended during a month. As the eldest in the family, who lives in developing country, I take this reason as logical account to afford my family adequately.

However, money is not the only reason behind work. If we committed ourselves only to work; that would be the biggest mistake we will extremely realize in old years. The compassion of family, love, and enjoying your own life are must. There is no meaning of money if we do not even feel the happiness on it. Money is earned to be spent for us and the rest of people that we love. There should be time left for this special occasion. Being overrated with works will only leave ourselves in such a stressful days.

The last opinion is the one that I mostly agree with. We will not make more money, if we do not like the job itself. Doing something that we love, will give more opportunity not only in earning more money but alsio self satisfaction. Working with passion will result on great outcome, which will make us and the stakeholders pleasure. This kind of working often be associated with art pieces, such as paintings and plays. However, they are not necessarily. Eventhough tiring, I love jobs that required travelling a lot because I love mobile, airports, and fond of meeting completly new people.

I am still on the lookout of the other’s opinions. Thank you for always raising interesting issues.

Yours sincerely,

Ditulis dalam JUST4FUN | Leave a Comment »

Long Time Holiday.. have finished

Ditulis oleh empireofmind di/pada Oktober 17, 2008

Setelah Lama menghabiskan liburan dari tanggal 26 September – 9 Oktober I’m coming to Surabaya the Hotter city. I dislike this weather oh yeah bcoz the preveous in Balikpapan the weather is very cozy.. n very comfortable to stay in there… i must go the campuz again.

Ada yang beda setelah pulkam,, what’z uP? of Course my weight (overweihgt do u mean..??) exactly hehee…

Emang sudah dari sononya kok heheee…. gag bisa kurus tapi harus bersyukur dengan apa yang Allah berikan padaku.. pulang ke surabaya numpang pesawat pelita..nah the next problem dari juanda aku pulang sama sapa..kalo pulang sendiri kan ga enak ( coz bayar taxi nya mahal coy 110rb gila aj) maka dari Juanda-malang kalo naek travel cuma 60 ribu.. iya seh walaupun semua biaya transport quw udah ada yang sponsori sapa lagi klo bukan MY LUVLY MOM..tapi yaa yang namanya DAYU ( cina belo’. bapak.red) tetep aj gag mau rugi….

Tuhan emang baekk bangeetttt…pas di pesawat ketemu ama Endah TL. Dengan masang muka tembok sok SKSD aquw ngajakin pulang bareng naek taxinya biar lebih hemat gitu

Selama perjalanan ngoceh mulu diriku. Rasa-rasanya paling gede suara cekiki kan qta deh,,n nambah temen baru tuh akyu ( Mb.Irma dan MAs RAhmat) semua bubuhan anak TL

Balikpapan emang gudangnya Environmental Graduation

Alhasil Tenang deh ada temen pulang ke ITS ( murah coyy 7yang penting cz taxinya urunan orang 3)

BAYAR TAXI : 25 ribu =)

Ditulis dalam ACTIVITY | 1 Komentar »